Kalau mendengar kata akuntansi, biasanya yang terbayang adalah angka, debit, kredit, jurnal, dan laporan keuangan.
Padahal sederhana saja.
Akuntansi adalah cara untuk mencatat dan memahami apa yang terjadi di dalam bisnis.
Misalnya kita punya toko. Hari ini kita:
Menyetorkan modal Rp50 juta
Membeli barang Rp20 juta
Menjual barang Rp8 juta
Membayar listrik Rp500 ribu
Dari transaksi tersebut, kita ingin tahu:
Uang kita sekarang berapa?
Barang yang tersisa berapa?
Ada utang atau tidak?
Total penjualan berapa?
Bisnis untung atau rugi?
Nah, akuntansi membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Lima Hal Dasar dalam Akuntansi
Ada lima kelompok akun yang perlu kita kenal:
Akun Sederhananya
Aset Apa yang dimiliki perusahaan
Liabilitas Utang atau kewajiban
Ekuitas Hak pemilik/modal
Pendapatan Penghasilan perusahaan
Beban Biaya untuk menjalankan bisnis
Contohnya:
Kas → Aset
Utang Supplier → Liabilitas
Modal Pemilik → Ekuitas
Penjualan → Pendapatan
Listrik → Beban
Dasar yang Paling Penting
Ada satu rumus yang menjadi dasar akuntansi:
Aset = Liabilitas + Ekuitas
Contohnya perusahaan memiliki aset Rp100 juta dan utang Rp30 juta.
Berarti hak pemiliknya adalah:
Rp100 juta - Rp30 juta = Rp70 juta
Jadi:
Aset Rp100 juta
Utang Rp30 juta
Ekuitas Rp70 juta
Seimbang.
Intinya
Jangan dulu pusing dengan debit dan kredit.
Untuk tahap awal, cukup pahami:
Ada transaksi → sesuatu berubah → perubahan tersebut harus dicatat.
Di artikel berikutnya, kita akan mulai masuk ke bagian yang biasanya dianggap paling membingungkan:
Debit, Kredit, dan Jurnal.
